Dua Bulan dengan Tafa (Dari Menangis Takut, sampai Haru)

Judulnya kok dramatis banget ya.. Ah, tidak perlu kita bicarakan yang itu :D

Bismillah...

Hari itu, ketika SKI At-Tafakkur mengadakan Musyawarah Umum, aku didapuk menjadi Co. Acara. Uh, rasanya (biasa saja, hehe). Dan ketika jadi pimpinan presidium, aku sama sekali tak mengharapkan nama itu muncul. Bahkan ketika aku menolak, tetap saja ditaruh. Sama sekali tak ada rasa yang aneh-aneh saat itu.

Dan tibalah ketika DPO dan LDK memasuki ruangan untuk mengumumkan qiyadah baru. Tahu gak saat itu aku sedang apa? Aku sedang menyuting proses deklarasi itu, entah pakai hp siapa. Bayangkan, saya ada di depan, megang hp. Sama sekali tidak menghiraukan siapa yang disebut namanya, yabg sayup-sayup aku dengar saat itu adalah, Akh Hadori menjadi Co. Kaderisasi.. Ah, dalam hatiku berkata pasti ada yang lebih baik (padahal aku sudah mengira bahwa akh Hadori jadi qiyadah selanjutnya). Lalu disebutlah sekretaris, dan qiyadah baru. Saat itu aku masih fokus ke kamera hp. Sedangkan yang lain bertakbir, Allahu Akbar! Allahu Akbar! Aku yang masih bingung, menanyakan akhi yang disamping, "siapa yang jadi ketua?" beliau hanya menunjuk. Samping lagi, sama juga. Lalu aku mulai takut, "Namanya?" sambil masih memegang hp, masih merekam. "Antum, akh". Jawabnya dengan senyum. Dan hp itu, dengan perlahan aku berikan kepada akhi yang disamping. Rasanya, Bumi sedang menindis tubuhku. Berat sekali. Teringat dosa, teringat kesalahan, teringat betapa angkuhnya aku di dunia. Pantaskah aku jadi qiyadah? Satu bulir air mata menetes, ingin rasanya kutahan. Namun semakin ditahan, semakin deras ia bertahan agar keluar. Akh, biarlah air mata itu keluar, rasanya semakin berat. Ingin rasanya tidak terisak, akh.. sudahlah.. aku malu kepada siapa? Aku malu kepada-Mu ya Allah. Pantaskah aku? Aku sangat takut... Ini amanah yang sangat berat.

Tangis itu ingin aku ingat selalu. Tanggung jawab kepada kepengurusan baru. Harapan-harapan baru, yang entah mengapa terasa melebihkan. Padahal aku hanyalah seorang mahasiswa biasa, yang memang sedang belajar dan belajar.

Aku teringat ketika pertama kali memasuki At-Tafakkur. Saat itu kegiatan KILAT (Kajian Ilmiah At-Tafakkur) 2015.. Walaupun hanya didapuk jadi anggota biasa, namun anehnya saya diberi banyak amanah, mulai dari persiapan sampai acara. Kayak ngerasa jadi ketua panitia, hehe. Maka dari situ dalam hati saya, ini At-Tafakkur sangat lemah keorganisasiannya, saya harus bertahan. Niat saat itu, hanya untuk bertahan, tidak lebih. Ya, bertahan jadi anggota biasa, yang hanya membantu sebisa mungkin.

Dan sekarang aku berada pada posisi yang sama sekali tak terpikirkan. Beginilah rasanya jadi qiyadah, yang banyak dikritik. Merasakan ketika ia berbuat kesalah, kata-katanya menyinggung, perbuatannya salah, maka ada banyak lontaran (baik dari media sosial, SMS, dan langsung) kepada dirinya. Sedangkan ketika ia membuat perubahan, itu tertutup oleh kesalahan-kesalahannya itu. Ah, aku menyesal terlalu menyalahkan qiyadah-qiyadah sebelumnya. Aku belum tahu bagaimana tanggung jawab itu. Maka dari itu, ketika ada yang mengkritikku atau bahkan sakit hati kepadaku, aku sama sekali tidak sakit hati kepada mereka. Aku malah merasa bersalah, kenapa aku tidak bisa membuat mereka nyaman denganku? Ingin aku menyalahkan diriku lagi dan lagi.


Hm, mungkin aku sedkit menceritakan bagaimana aku memulai kepemimpinan ini:

1. Persiapan
Setelah terpilih menjadi qiyadah, malamnya langsung aku adakan syuro' panjang (dari isya' sampai jam 2 malam). Itu membahas garis sangat besar At-Tafakkur. Disana banyak orang-orang hebat.

2. Persiapan secara formal
Lalu dibuatlah persiapan yang aku rancang, dan mempresentasikan saat syuro' dengan DPO. Memperkanalkan adanya GBHO, target-target, dan beberapa perencanaan lainnya. Kenapa harus seperti itu? Karena dari awal aku melihat At-Tafakkur belum punya sistem, maka di awal harus segera dibentuk. Alhamdulillah, ide-ide baru itu lebih banyak diterima dibanding ditolaknya. Ini hanyalah ide, masalah pergerakan aku serahkan kepada Allah azza wajalla.

3. Penentuan Departemen dan Co
Ini yang paling sulit aku lakukan. Di mana aku mengusulkan agar Dept Siar dan Kajian dijadikan satu, Dept Syiar. Dan mengusulkan Biro Kesekretaritan. Ah, ini sangat lama sehingga ide ini diterima. Apalagi mebahas Co-Co-nya. Dan yang sangat sayangkan, malah di Co. ikhwan yang banyak tidak aktif. Aku merasa gagal dalam hal ini. Mungkinkah aku... ah, tidak perlu berburuk sangka.

4. Open Recruitmen
Wih, ini gebrakan baru. Di mana menggunakan sistem pendaftaran online (kayaknya LDF pertama di Unram, Allahu'alam, 'afwan jika salah). Dan yang daftar, Masya Allah hampir seratus orang. Ini diluar ekspestasi. Saat itu aku sama sekali tak berbesar hati, tapi galau (acieh.. bahasanya itu lo :D ) Maksudnya, bimbang antara bahagia dan terbebani. Bahagia karena banyaknya warga MIPA yang sama-sama ingin belajar, bebannya, apalagi kalau bukan bagaimana cara memperdayakan calon-calon kader ini. Yah, sekarang mereka masih dalam kata calon kader. Ingin rasanya aku jadikan mereka semua sebagai kader, tapi itu akan semakin membuatku terbebani. Tapi insya Allah aku akan tetap memberikan kesempatan sampai setengah kepengurusan :)

5. Team Building
Ini biasanya dinamakan staffing. Agak sedikit berbeda, soalnya tempatnya di ruangan (beginilah kalau orang yang gak suka jalan-jalan).. Nah, masalah jalan-jalan ini banyak kader yang mengeluhkan. Kok qiyadah kita yang baru gak suka jalan-jalan sih. Soal itu, aku tidak melarang ada acara jalan-jalan (entah kemanapun) tapi memang aku dibiasakan dari kecil untuk berpetualang dalam lembaran-lembaran kertas. Aku juga kalau jalan-jalan pernah kok, tapi sangat jarang :D Jadi tidak ada yang mengatakan kalau jalan-jalan itu haram. Bagus malahan..
Eh, kok bahas yang lain sih. Jujur, Team Building ini sedikit membosankan. Konsep acaranya yang biasa saja dan persiapan juga. Ah, aku merasa gagal di awal ini :(

6. Musyker Tafa 1437 H
Nah, setelah semuanya siap. Kita mengadakan musyawarah tentang program kerja. Alhamdulillah, yang datang lumayan banyak. Kegiatannya pun berjalan dengan lancar (saking lancarnya sampai molor sampai ashar, padahal acaranya dari pagi :D ).Di rencana program kerja (RPK) ini ada banyak hal-hal baru. Dan itu sebagai fokusku, karena itu tanggung jawab sebuah ide. Dan jika diperhatikan, saat Musyker itu aku sedang melatih e\menulis kader, dengan membuat lomba "Surat Cinta untuk Tafa". Yah, walaupun ada beberapa kader yang tidak setuju penyebutkan kata 'cinta' dalam lomba itu :D padahal kan dakwah itu cinta :). Tanpa pemberitahuan, aku menghadiahkan buku "Jalan Cinta para Pejuang" karya Salim A. Fillah bagai surat terbaik. Hm, jika dicermati lagi, maka satu tujuanku ke kader pada tahun ini. KADER BISA DAN MAU MENULIS! Insya Allah.

Akh, itu adalah cara memulai kepengurusan At-Tafakkur. Allah yang Maha Tahu mana yang terbaik. Aku hanya berdo'a agar kami tetap diistiqomahka dalam jalan dakwah ini. Amiin.

Hm, mungkin aku sedikit cerita tentang yang lain ya :D ini banyak cerita maneriknya, hehe.

a.Bagian a-nya dihapus :D
b. Ikut JRMN, yah di awal kepengurusan atas izin Allah At-Tafakkur mengikuti Musykernas JRMN di UNY. JRMN (bukan jermn ya...) itu Jaringan Rohis MIPA Nasional.
c. Menemukan hal yang berbeda dari organisasi lain. Contohnya, ketika dulu aku rapat tanpa hijab, rasanya biasa saja dengan lawan jenis. Tapi setelah di At-Tafakkur, ketika kembali rapat tanpa hijab, rasanya itu aneh sekali. Aku sangat bersyukur mendapatkan perasaan ini. Akh, cita-cita selanjutnya buat rapat-rapat di organissi dengan hijab!
d. Tentang SMS, "Oh iya". Kalau sudah gak tahu mau balas apa, maka aku menjawab "oh iya". Dan tadi, aku mendapat SMS "oh iya". Lucu saja rasanya, mungkin beliau kesal karena seringnya aku membalas 'oh iya" makanya dibalas sama, atau mungkin kebetulan :D aku sampai dibuat senyum-senyum. Yah, senyum yang memberikan pencerahan, bahwa membalas SMS itu tidak boleh jengkel. Harus baik-baik. Maka gunakan kata-kata yang menyenangkan. Ingat tu, Jib. Tadi itu kritikan secara halus...
e. Fundrising enggak tahu kenapa, mereka kayak (kayak pa ya?). Asalkan aku kagum sekali dengan semangat fundrising. Bisnisnya bergurita, dari ngeprint, jilid, scan, pulsa, jajan, speaker Al-qur'an, dan masih banyak lagi yang mau dibuat. Masya Allah. Tidak salah lagi, Barokah Tafa!
g. Mm, saya selalu bertanya. Apakah saya seorang qiyadah yang kontroversial? Yang berbeda dari qiyadah sebelum-sebelumnya? Soalnya saya terlalu banyak ambisi. Entah ini bagus atau apa. Aku selalu berusaha agar dakwah ini bergerak dalam setiap lini. Dan aku memutuskan agar kader-kader serius dulu kepada cabang yang ia tanggungjawabi. Dan itu membuat banyak pertentangan. Ah, rasanya ingin berteriak habis-habisan. Lalu aku disadarkan, untuk apa berambisi banyak jika satu ambisi tidak akan yang mengerjakan. Maka dari itu, aku sedikit melunak. Ah, memang aku ini qiyadah yang egois. Aku terkadang lupa dengan hasil syuro' adalah keputusan yang semua kader harus tsiqoh. Membahas ini memang tiada habisnya. Apakah aku seorang qiyadah yang kontroversi?
h. Mungkin pertanyaan di atas bisa dijawab "iya". Mulai dari awal ada beberapa (mungkin banyak kader) yang masih mempertanyakan siapa sih Mujib? Pergaulannya dengan lawan jenis. Anak masih baru. Atau mungkin banyak lagi. Mungkin dari pergaulan, inimerupakan suatu anugrah yang sangat besar untukku. Saat aku ditunjuk, dengan sendirinya pergaulan itu terjaga. Masalah anak baru, itu memang benar. Mau apalagi, jika itu dijadikan alasan untuk menurunkanku, aku siap. Tapi aku percaya, ada kader yang sudah percaya terhadapku. Dan kepercayaan itu aku tak mau kecewakan.

Jika diawal aku menangis karena takut, amanah ini terlalu berat. Maka kini aku menangisi dua hal, ketakutan dan keharuan. Ah, betapa aku mencintai Tafa. Cintaku padanya tidaklah lebih besar dari cintaku pada Allah dan Rasul-Nya. Aku bahagia di sini, walau terkadang air mata ada banyak yang harus dikorbankan. Dari sinilah aku kenal pengorbanan itu membutuhkan luka. Luka yang membuahkan cinta.

Dari semua tulisan ini, hanya satu kata kesmipulannya:

Pena!

Ya, dengan pena mari kita saling membicarakan diri sendiri, membicarakan kebaikan orang lain, membicarakan dakwah! Allahu Akbar!

Tidak ada komentar: