MULUT MENGOMPATI MULUT


Hei
mengapa matamu selalu saja melotot
ketika ada sekucil tahi hidung menggelantung di hidung orang

coba perhatikan hidungmu sendiri
ambil cermin
cungkil dengan kelengking
sadarkah, ada banyak yang melekat di sana

Haha
kamu sakit hati?
Lalu,
apa kamu pernah mimikirkan kesakitan hati orang lain?
Kamu bilang kamu bercanda?
Lalu,
apa candaanmu itu lucu?

Hei,
coba tatap durian di atas pohon
buka mulutmu, julurkan lidahmu
tunggu sampai ia jatuh menimpa mukamu
kau akan tahu kelezatan durian yang asli
penuh duri
dan meluka

Kau selalu mengagungkan nama itu
menancapkan tiap panggilan yang terlihat keren
padahal pernahkah kau sadar?
namamu itu tak lebih dari sekedar kosa kata yang dibuat orang lain
yang mungkin saja sangat membenci kau menggunakannya

Kamu selalu menyuarakan kemanisan
apa kamu pikir kamu manis?
coba jilat kulitmu!
bagaimana rasanya?
tak berani coba?
haha, menjilat kulit sendiri saja tak berani
tapi menjilat kulit orang kok sampai begitu

Hei
aku tak suka kau menatapku dengan serius
bersuaralah kamu dengan lantang
katakan semua yang ingin kamu katakan
aku sama sekali tak peduli dengan itu
tapi aku peduli dengan akibat dari semua itu

Hei
jagalah mulutmu, yang bususk itu!

Hei, aku!
jaga ucapanamu, yang berulat itu!






Mataram, 27 April 2015
Mujib NS Jawahir

Tidak ada komentar: