NOVA: NOVember A (Kumpulan Puisi MNJ)


A, DIK

dengan jatuhnya luapanmu
mendorong aku mencarimu
dalam daya
hampir asa.

Kepada Tuhan, Kau mendengar
doaku, doakau, doadoa
aku sebut namamu dalam namaMu
aku memohon kepadaMu untukmu
dan, aku
dik. ingin seperti huruf A
pertama yang tiada terganti di hatimu.





SAAT MATAHARI MEREDAM

Saat matahari mulai meredam
kan
suara jelekku yang meraung tak karuan
sampai malam kesepian
menunggu...
menunggu...

Percuma
saja kurasakan dan kau tak menghiraukan
aku.
sia-sia





AQUARIUM
:M. Yanuar

Mana aquariummu? tanya anak kecil terengah-engah naik kerumahku.
Itu! jawabku sambil menunjuk sebuah aquarium yang kubeli semalam.
Eee, masih besar aquariumku! ucap anak itu ketus.
Mana aquariummu? tanya sedikit angkuh.
Itu, laut yang begitu luas, setiap hari aku mengambil ikan di dalamnya.



KAMU

Kamu adalah sahabat
kamu adalah musuh

Kamu adalah kawan
kamu adalah lawan

Kamu seperti syurga
kamu seperti neraka

Kamu bagaikan malaikat
kamu bagaikan iblis

Kamu.....
akh, terlalu banyak.



JUDULNYA NAMA KAMU
:F.T

Aku bisa saja menangis,
meratap wajahmu yang gerimis
bisakah aku pejamkan matamu yang tajam itu
sebentar saja,
semenit pun tak apa.

Aku dapat melukismu dengan duri
yang menancap pada lenganku yang tipis

Ada kata yang belum mampu kuucap
kalau aku,
suka sama matamu.
yang tajam itu.
Bolehkan kau pejamkan
sebentar saja
semenit pun tak apa



LAYANG-LAYANG DIMALAM HARI
:Anak-anak tunawisma

Layang melayang-layang
terbang diangkasa bersama bintang mati
awan telah pulang, namun ia tak tahu harus pulang kemana
begitu malang nasib anak jalanan



PAKAR TARI KONTEMPORER
:Orang yang buta bahasa

Apakah anda maestro tari kontemporer?
Bukan, saya ahli tari kontemporer!



SAJAK DARI ANAK UNTUK IBU TERSAYANG
:Ibuku

Bila ada yang bertanya,
siapakah pahlawan yang paling berjasa?
lekas kumenjawab
Ibuku.
betapa tidak, dialah lentera hidupnya daku

oh, sayangnya lebih membuatku bahagia dari nilai seratus
karena kasihnya padaku, tak bisa ternilai dengan rupiah
dan sayat-sayat cintanya, tak pernah absen dalam diriku

Ibu,
mohon maaf atas nama anakmu ini
sebab telah menyiksa batinmu
namun kuakui, tak pernah tidak melindungku
serta kehangatanmu terus menyelimutiku saat tawa dan tangis



Mujib NS Jawahir
Lahir di Gunungsari, tanggal 29 Desember 1995. Seorang putra dari Nuris dan Saidah.

1 komentar:

Batu Putih mengatakan...

Kren kumpulan beberapa puisinya..