CINTA ITU BUTA oh sayang mengapa kau begitu buta?


".....love is blind
oh baby you so blind....."  GD-ThatXX


Bulan quarter kali itu terasa seperti belahan hatinya yang semakin kacau saja. Norma seorang lelaki tunanetra yang jatuh cinta kepada Winda, teman sekelasnya. Entah bagaimana caranya ia yakin bahwa Winda adalah wanita idamanya. Ia kembali mengingat suara Winda di dalam kelas yang tak pernah berhenti, ia melukiskan wajah Winda bagai bidadari yang turun dari syurga walaupun ia benar-benar belum pernah melihat Winda apalagi melihat bidadari. Norma bukanlah lelaki yang malas ataupun bodoh. Keterbatasanya itu seakan menjadi kelebihannya, walaupun buta ia mampu menjadi juara kelas dan wajahnyapun yang sangatlah tampan, walau ia sendiri tidak tahu benar bagaimana wajahnya. Sungguh norma adalah ciptaan Tuhan yang sangat memotivasi orang lain, seperti dalam kata-katanya,"Jadikanlah kekuranganmu sebagai kelebihanmu. Jangan jadikan  kelebihanmu sebagai kekuranganmu".

Esok harinya, seperti biasa Norma diantarkan ke sekolah menggunakan sepeda ontel tua oleh ayahnya. Yang ia tahu bahwa ayahnya adalah orang yang sangat baik, ayahnya tak pernah mengeluh walaupun jaraknya sangat jauh dari rumahnya. Sesampai di sekolah, ayahnya pun mengantarinya sampai kedalam kelasnya. Norma sangat mudah bergaul sehingga sangat mempunyai banyak teman, namun hari itu hatinya benar-benar kacau mendengar baerita Winda tidak masuk sekolah sejak tiga hari yang lalu. "Apakah karena aku telah menyatakan perasaanku, sehingga ia membenciku dan tak mau datang ke sekolah? tanya Norma pada dirinya sendiri. "Tidak, ia pasti punya masalah yang besar dan aku harus mengetahuinya". Norma pun menanyakan keberadaan Winda kepada teman-temanya namun tak ada satupun teman-temanya yang tahu. Norma semakin cemas dan penasarannya semakin tak karuan. Baru kali ini ia merasa gelisah dan sangat ingin melihat, padahal ia selalu bersyukur walaupun Tuhan tidak mengizinkannya untuk melihat. Kali ini ini terdengar suara guru yang mengabarkan salah satu teman kelasnya telah bunuh diri, dengan menggantungkan dirinya di dalam kamarnya yang terkunci. Entah apa yang dirasakan Norma kala itu, ia menangis sejadi-jadinya, berteriak seperti orang kesurupan, teman-temanyanya berusaha membuatnya tenang namun tetap saja gagal. Ia malah meronta-ronta lebih dahsyat lagi, rasa sedihnya itu seakan keluar sepenuhnya, siapa lagi yang bunuh diri itu selain pujaan hatinya, Winda. Tapi mengapa?

Norma mendapatkan surat terakhir dari Winda yang berisi:

Untuk Norma yang Aku Sayang

Maafkan aku, Norma! Tak pernah membalas cintamu, bukan karena aku tak menyukaimu, bahkan aku sangat sayang padamu. Aku melakukan ini karena aku telah sangat hina, pacarku menghamiliku dan iapun pergi entah kemana. Aku pun merasa dunia ini begitu gelap. Semua yang telah kumiliki seperti tak punya arti apa-apa. Namun ada satu yang sangat ingin kuberikan padamu, hadiah terakhirku, terimalah mataku ini. Aku ingin kau dapat melihat teman-teman kelas kita walaupun kau nanti tak dapat melihatku. Maaf cuma ini yang dapat kuberikan padamu, tidak sebanding dengan apa yang kau berikan padaku.

Rasa Sayangmu
Winda.

Norma yang sudah dapat melihat itu hanya bisa meneteskan airmata, iapun langsung menuju makam Winda dan menangis lagi sejadi-jadinya di atas kuburan itu. Sambil mengelus batu nisan Winda, ia berkata, "Winda, cinta itu  memang buta! Tapi, mengapa kau begitu buta?" Norma kembali terisak sampai senja.




Mujib NS Jawahir

3 komentar:

Ar Rahman mengatakan...

amazing bgtd deh

CMP Online (Majalah Kreatif Siswa) mengatakan...

Ketua CMP in memng kren krya-karyx..

CMP Online (Majalah Kreatif Siswa) mengatakan...

Ketua CMP in memng kren krya-karyx..