BINTANG: Sebuah Kekuatan




             

  Deltra tampak sangat kesulitan menghadapi Raja Magelan yang terus menyerang tubuhnya secara bertubi-tubi. Terlalu banyak kekuatan yang harus ia keluarkan untuk menghadapi setiap serangan , sedangkan Raja Magelan terus mengendalikan awan raksasa yang bernama nebula. Bukan hanya membuat pernafasan sesak, pada nebula tersebut akan muncul protobintang yang akan keluar dan menyerang menurut perintah Raja Magelan. “Kenapa, Deltra? Apa kau sudah menyerah?” nampak Raja Magelan mendekati Deltra yang terbaring lemah di bawah awan raksasa yang pekat. “Sebenarnya siapa kalian dan apa tujuan kalian menghancurkan desaku?” tanya Deltra dengan sangat geram, ia berusaha bangkit dan berusaha mengeluarkan sisa-sisa kekuatannya untuk menyerang Raja Magelan namun dengan mudahnya Raja Magelan menangkisnya. Deltra kembali tersungkur di tanah yang terasa sangat panas. Sambil melihat desanya, Desa Bintang yang telah hancur porak poranda, belum lagi seribu lebih prajurit Magelan yang dapat mengendalikan nebula menambah kekacauan pada Bumi. “Haha… maaf aku lupa mengatakan aku dari mana. Aku datang dari Galaksi Large Magellanic Cloud. Sebuah galaksi kecil dan planet kami di sana hamper hancur, maka dari itu aku dan penduduknya akan berpindah ke planet yang indah ini” jawab Raja Magelan yang membuat Deltra berkeringat dingin, ia membayangkan jika semua penduduk Bumi harus binasa oleh Magelan. Ia tak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia terus berusaha bangkit walau tulangnya terasa hampir patah, ia mencoba menyedot nebula dengan kekuatan bintang neutron. Perlahan nebula-nebula tersebut terisap ke dalam bintang neutronnya. Semakin lama nebula tersebut terisap semakin cepat, namun tanpa disadari oleh Deltra tiba-tiba nebula yang terisap tadi mengeluarkan proto-protobintang yang menghantam tubuh Deltra yang telah sangat lemah. Ia hanya bias terkulai pasrah dan tak tahu apa lagi yang harus ia lakukan demi menjaga Bumi ini.

                Melihat Deltra yang terbaring dan tak melawan lagi, Raja Magelan pun memulai upacaranya, “Kepada nebula raksasa yang perkasa, selimutilah Planet Bumi yang indah ini, matikanlah penduduk Bumi ini karena mereka yang hanya bisa membuat kerusakan pada Bumi yang menawan ini”. Dengan cepatnya awan-awan raksasa menyelebungi langit-langit Bumi. Manusia di seluruh bagian Bumi sangat ketakutan akan kejadian alam yang langka tersebut. Para ilmuan tak ada yang mampu memberi penjelasan tentang hal tersebut, mereka sendiri mengira bahwa kali ini akan terjadi kiamat. Hanya membutuhkan seratus detik saja, seluruh langit Bumi telah dikelilingi nebula. Para binatang berkeliaran tanpa arah, masuk ke dalam perkotaan dan membuat kekacauan ditambah dengan kepanikan semua manusia di jalan-jalan pun terjadi tabrakan yang tak bisa dipungkiri lagi. “Tolong hentikan semua ini!....” Deltra bangkit dan siap mengeluarkan kekuatan terlarang yang ia miliki dan belum pernah sama sekali ia pergunakan. “KEKUATAN BLACK HOLE…” teriak Deltra dan seketika itu disekitar telapak tangan Deltra muncul sebuah bola yang kekuatanya sangat kuat membuat Deltra tak mampu mengendalikan kekuatan terlarang itu. Tidak sampai satu detik nebula habis tertelan black hole dan Raja Magelan serta prajuritnya dan benda-benda disekitarnya ikut serta hancur akan besarnya kekuatan itu. Tangan Deltra terasa ingin putus menahan beratnya masa bola tersebut, ia berusaha menghentikan kekuatan itu dengan mengorbankan semua kekuatan yang ia miliki ke dalam black hole. Ia benar-benar merasa telah mati namun kekuatan itu akhirnya mereda dan menghilang. Hampir saja kekuatan Deltra tersebut menelan seluruh isi Bumi. Kini ia benar-benar tak mampu menggerakkan tanganya yang menjadi kebiru-biruan tersebut. Selain rasa sakit yang harus ia tanggung, ia pun harus melupakan semua kekuatan yang telah ia miliki selama tujuh belas tahun, kini semua kekuatan tersebut telah hilang bersama black hole namun black hole tersebut belum mampu menghancurkan tubuhnya karena sudah tiga orang yang menggunakan kekuatan tersebut dan ketiga-tiganya mati oleh blackholenya sendiri. Ia memandang langit yang kembali cerah, “Apakah dunia akan tetap secerah kali ini?” tanyanya pada diri sendiri sambil menutupkan matanya dengan posisi yang masih terlentang.
                Berhari-hari Deltra komma di atas tempat tidur, pagi itu ia perlahan mampu membuka matanya. “Sudah berapa hari aku tertidur?” tanya Deltra pada Penasehat Kepala Desa Bintang. “Dimana Kepala Desa?” Deltra beusaha bangkit mencari ayah dan ibu angkatnya. “Kamulah Kepala Desa Bintang sekarang!” jawab penasehat kepala desa. Deltra terdiam sejenak. “Tapi aku tidak punya kekuatan lagi, bagaimana caranya aku bisa memimpin dan melindungi desa ini?” tanya Deltra dengan bimbang. “Ayahmu telah berpesan padaku sebelum ia mengehembuskan nafas terakhirnya dalam peperangan minggu kemarin. Apapun yang akan terjadi kau akan tetap diangkat menjadi kepala desa, walaupun kau lumpuh sekalipun. Ia percaya cuma kamulah yang mampu menyelamatkan Bumi ini” kata penasehat desa dengan tatapan yang tajam penuh harapan. Terdengar suara suara ribut mendekati istana yang telah hancur sebagianya tersebut, mereka adalah warga Desa Bintang yang menyampaikan laporan, “Wahai, Kepala Desa. Kami menemukan salah satu prajurit dari Magelan yang masih hidup. Kami mengurungnya di ruang rahasia tahanan bawah tanah”.  Deltra hanya bisa mengerutkan keningnya, dalam benaknya akan muncul masalah yang lebih besar dari sebelumnya. “Kita harus bersiap menghadapi penduduk Magelan yang membalas dendam!” perintah Deltra dengan lantang namun dihati kecilnya muncul sebuah ketakutan baru.




Be continued t0
BINTANG: Sebuah Ketakutan



Mujib NS Jawahir
Lahir pada tanggal 29 Desember 1995. Seorang putra dari Nuris dan Saidah. Cita-citanya sebagai sastrawan dunia. 

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Kpan lnjutanya? dtunggu (y)

Ar Rahman mengatakan...

sangat mnrik MNJ.. kren ilmu astro diubah jd cerpen.. goodjob

Batu Putih mengatakan...

WOW.. kren-kren cerpennya

Batu Putih mengatakan...

WOW.. kren-kren cerpennya