Antara Venus Mars, Bumi Sendiri


Pagi itu entah apa yang difikirkan oleh Bumi, ia memandang langit dengan hampa, lelaki tampan itu seperti sedang patah hati. Tiba-tiba Mars datang dari belakangnya, mengagetkanya. "Buat kaget aja, kok lama banget? Udah mau terlambat nih" ujar Bumi dengan nada sedikit kesal. Bumi dan Mars adalah sahabat sejak kecil, kedua lelaki ini dikenal sebagai anak band. Mereka memakai konsep duo, Bumi sebagai gitaris dan Mars sebagai drummer, vokalnya pun mereka berdua. Diantara mereka berdua yang lebih terkenal adalah Bumi, selain wajahnya yang tampan iapun pandai membuat terpukau para penonton. Namun kekurangan Bumi adalah sikap dinginya yang membuat orang-orang beranggapan bahwa ia sombong. Berbanding terbalik dengan Mars, ia sangat mudah bergaul dengan siapa saja.

Hari itu adalah jadwal mereka manggung di alun-alun kota, memperingati HUT kabupaten tempat tinggal mereka. Walaupun masih jam sembilan di lapangan sudah penuh dengan penonton terutara para wanita yang membawa spanduk bertulisan EM, nama band Bumi dan Mars. Bumi hanya melihat penggemarnya dengan sepintas, sedang Mars malah melompat-lompat dan diikuti oleh penggemarnya melompat-lompat untuk menghibur para para penonton. Setelah beberapa saat menunggu tibalah waktunya mereka tampil, dengan diawali melodi pelan gitar Bumi yang membuat hati terasa tenang, para penggemarnya pun berteriak sangat histeris. Bumi perlahan menaiki kecepatan petikanya dengan diikuti ketukan drum Mars yang cepat, menghasilkan suara keras namun sangat enak didengar. Bumi dan Mars pun bernyanyi bersama penggemarnya, lagu unggulan mereka tentang kesedihan yang beraliran musik rock.

"Hari ini aku begitu sedih
melihat kau bersamanya kubegitu pedih
mengapa kau tak pernah mengerti aku
mengapa aku harus jatuh cinta padamu

Sebenarnya.....
aku tak mengerti untuk siapa aku menangis
yang lebih kutak mengerti
mengapa aku harus menangis.................."

Bumi sangat menghayati lagu tersebut, lagu ciptaanya yang ia beri judul "Lelaki Cengeng". Setelah bernyanyi, Bumi langsung pulang ke rumahnya sedang sedangkan Mars menyalami semua penggemarnya dan memberi tanda tanganya. "Venus, kok baru datang?" Mars menghampiri seorang wanita yang berdiri di belakang panggung. "Aku mau kita putus sekarang" jawab Venus dengan wajah datar. "Ha...? Apa aku salah dengar? Apa salahku, Venus?" tanya Mars dengan sangat bingung. "Maafkan aku, Mars. Sebenarnya ini semua adalah kesalahanku. Kau akan lebih bebas jika aku tak ada disampingmu, dan....". "Dan apa, Venus? tanya Mars sangat penasaran didalam kebingunganya. "Kini aku sudah sadar, Bumi mencintaiku sejak kita masih kecil, sebelum kita saling kenal. Ia lebih mengenal banyak tentang aku, tetapi aku begitu bodoh tak pernah menghiraukanya. Ia mengatakan bahwa lagu tadi adalah ungkapan perasaanya padaku" ucap Venus sambis terisak-isak. Kini telah terbongkar sudah kebingungan Mars dan yang lebih penting dari itu terbongkarnya arti lagu "Lelaki Cengeng" karya Bumi. Sedang Bumi sendiri di kamarnya menangis sejadi-jadinya mengingat betapa banyaknya pengorbananya kepada Venus namun malah berpacaran dengan sahabatnya sendiri, ia menangis seperti lagunya sendiri "Lelaki Cengeng".




Mujib NS Jawahir

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Awasome :)