3, Namaku 1, Bukan 2!


Namaku adalah Eka, aku seorang sisiwi baru di SMAN DITA. Aku berkenalan dengan kakak kelas yang kukagumi, bukan karena wajahnya yang tampan tapi karena prestasinya yang sampai tingkat internasional itu membuatku terkagum-kagum. Kami para siswa baru mengenalnya sebagai master astronomi. Sekarang kakak kelas itu duduk di kelas XII. Triandra Purnama, nama yang sangat sempurna menurutku. Tak hanya itu, ia pun aktif dalam organisasi, terbukti tahun kemarin ia diberikan penghargaan sebagai Ketua OSIS terbaik di provinsi. Alasan utama terpilihnya dia, karena cara kerjanya yang sangat disiplin. Aku pun merasakan betapa tegasnya kakak itu sewaktu kami Pra-MOS. Tak tanggung-tanggung anak-anak yang sering melawan langsung ia keluarkan dari sekolah, sungguh kakak yang terlalu tegas dan membuatku jadi takut walau hanya melihat dia.Bbanyak teman-temanku yang beranggapan kalau Kak Andra sangat sombong, tapi setelah aku mengenalnya, ternyata semua anggap[an teman-temanku sangatlah salah. Ia memang terlihat dingin, tapi sebenarnya ia asyik siajak ngomong, apalagi tentang astronomi. Tapi sifatnya utamanya memang pendiam, membuatnya lebih terlihat cool dan berwibawa.

Ketika aku duduk sendirian di perpustakaan, kakak itu Andra datang dan entah mengapa jantungku berdetak amat cepat. Aku mencuri-curi pandang kepada dia, tapi dia tetap saja cuek dan berlalu begitu saja setelah menemukan buku Filsafat Astronomi. Aku sungguh kecewa, tapi anehnya setelah sampai ke pintu ia berbalik ke arahku. Aku hanya terbengong saja tidak percaya, "Datang hari Selasa, tes olimpiade Astronomi" katanya membuatku salah tingkah. "Iya kak" jawabku sambil menundukan kepala. Aku memang telah menyiapkan diri untuk tes olimpiade astronomi, bukan karena aku menyukai Kakak Andra, walaupun itu juga benar tapi karena sewaktu SMP dulu aku pernah mengikuti olimpiade astronomi dan ingin mendalaminya di SMA ini. Aku belajar astronomi secara otodidak, sama sekali tidak ada rasa jenuh belajar astronomi. Dari astronomi aku bisa mengetahui lebih jauh tentang alam semesta ini, dulu Bumi yang dulu dianggap sebagai pusat dari alam semesta, namun seiiring zaman akhirnya diketahuilah bahwa Bumi hanyalah planet biasa yang ada di Tata Surya sedang di luar sana bertebaran galaksi di alam semesta ini.


Waktu tes seleksi olimpiade pun dimulai pada pukul setengah empat sore, materinya seputar Matahari, tata surya, evolusi bintang, optik, logaritma, galaksi, dan fenomena yang disebabkan astronomi.Sungguh soal-soal initerasa sangat mengasikkan dan aku semakin mengagumi astronomi, selain astronomi ternyata ada pelajaran  fisika dan mamatikanya, keduanya adalah pelajaran favoritku. Walaupun aku mengerjakannya tidak sampai dua jam tapi aku bolak-balik lagi soal itu, takut ada yang keliru dengan pilihan yang hampir mendekati benar karena dari sekian banyak calon tim olimpiade diambil hanyalah tiga orang. Aku berharap agar aku lolos dengan nilai terbaikku.

Keesokan harinya ternyata nama-nama yang lolos telah ditempel di Mading. Aku melihat namaku peringkat dua dengan nilai 75 sedangkan yang peringkatnya pertama, Gusta. Gusta adalah tim olimpiade tahun kemarin mendapat nilai 76. Walaupun sedikit kecewa tapi aku mencoba bersyukur. Dan ini artinya setiap hari Selasa dan Kamis aku bertemu dengan Kak Andra. Semoga saja aku dapat kosentrasi, target saya harus tembus nasional dan membawa mendali. Ternyata benar setiap aku pembinaan aku tak bisa kosentrasi. Aku harus mengakhiri penderitaan batinku ini, aku harus mengungkapkan perasaanku padanya dan aku harap ia menerimaku. Saat aku mengatakan perasaanku, ia hanya menyebut nama, "Isnaini....". Aku sangat bingung dan mengatakan, "Kak, namaku Eka bukan Isnaini!" Ia hanya terdiam dan meninggalkan satu kata maaf lalu meninggalkanku. Aku tak marah padanya, tapi mengapa airmataku keluar? Mengapa ia tega menyebut nama orang lain di depanku dan siapa itu Isnaini? Karena aku sangat penasaran ternyata aku mengetahui bahwa Isnaini adalah teman dekat Kakak Triandra sewaktu SMP dulu. Ia memendam rasanya padanya, namun Isnaini menolaknya karena ia telah punya kekasih. Isnaiki sendiri tidak sekolah di SMA-ku, ditahun sekarang dia kelas XI. Ternyata lelaki setampan dan sepintar Kak Andra masih ada cewek yang menolaknya. Bagiku wanita yang menolaknya itu sangatlah bodoh.

Setelah aku mengatakan perasaanku, walaupun aku tak diterima olehnya. Akhirnya aku dapat konsentrasi belajar dan sangat keras metode belajarku. Apalagi sudah hari perlombaanya. Pada tingkat kabupaten sekolahku dalam bidang astronominya lolos ketiga-tiganya, sungguh luar biasa, seperti biasa nilaiku selalu di bawah nilai Gusta. Seleksi tingkay provinsi sekolahku meloloskan dua orang ke nasional, aku peringkat pertama sungguh aku sangat bahagia, sedang Gusta peringkat tiga dari lima orang yang lolos di provinsiku. Dan akupun menghadapi OSN, aku sangat pesimis, bagaimana tidak, banyak sekali keturunan-keturunan tioghoa yang memakai kaca mata dan terlihat pintar-pintar. Dan yang paling tidak aku sangka, Kakak Triandra menyemangatiku lewat SMS, "Eka, semangat ya!" sungguh kata yang sangat menyemangatiku.

Setelah tes teori dan praktek dihari terakhir semua mata pelajaran diumumkan pemenangnya. Dan tibalah bidang astronomi dimulai dari emas, yang pertama kali disebut namanya adalah teman sekamarku, Ni Putu Ayu Dewinta. Aku bertepuk tangan pelan dan yang mendapat emas kelima. Aku mendengar nama yang tidak asing kudengar "Eka Mustika Oktavia" itu adalah namaku, mungkin saja aku salah dengar tapi MC mengulanginya sekali lagi dan ternyata benar namaku itu adalah namaku. Aku hanya bisa mengeluarkan airmata haru, ternyata tak sia-sia siang malam aku belajar astronomi, belajar menggunakan teleskop dan aku harus mengucapkan terimakasih kepada Kak Andra, "Kak, aku dapat mendali emas! Makasih banyak ya kak :)" SMS-ku tapi tak ada jawaban.

Gusta tak mendapatkan mendali, kami sudah berada di sekolah pada hari Senin dan menakutkan upacara penyambutan kami. Aku sangat terharu banyak sekali guru-guru dan teman-teman yang mengucapkan selamat kepadaku, tapi dima Kakak Triandra? Aku mencarinya, apakah dia sakit? "Selamat ya, maaf waktu itu aku tak mengacuhkanmu karena aku tahu kamu akan lebih  heabat jika tidak punya pikiran yang terpecah belah. "Sekarang seriuslah pada astronomi. Bulan Oktober nanti ada Platnas, kamu harus lolos dan tahun depan kamu harus bawa mendali". Ingin sekali aku mengatakan, "Aku sayang padamu" tapi aku yakin sekarang ia sedang serius dengan Ujian Nasional dan aku harus serius dengan OSN. "Kak, aku akan membawakan mendali emas untukmu diajang internasional, jika tidak maka aku akan menjauhimu!" janjiku dalam hati.


Mujib NS Jawahir
Lahir di Gunungsari tanggal 29 Desember 1995.

1 komentar:

Ghufron Nurisaidah mengatakan...

Amazing... kapan lg cerpn trbrx